Info Bekasi Online

Tim Medis Covid-19

Penyebaran virus corona sangat cepat hingga hari ini pasien dan korban dari wabah penyakit mematikan ini semakin bertambah, hingga te...

Saturday, February 22, 2020

Kegagalan Mendidik Murid,Siapa Yang Salah.??


Sangpengembara|"Mendikbud Menyoroti Tiga Dosa Pendidikan". HangatKine . Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengungkap ada tiga dosa dalam dunia pendidikan Indonesia yang perlu segera ditangani. Dosa-dosa yang dimaksud Nadiem adalah kesalahan yang berulang kali terjadi dalam sistem pendidikan. Menurutnya, butuh pembenahan sistem untuk menghapus dosa-dosa tersebut. Dosa intoleransi, dosa kekerasan seksual, dan dosa bullying (perisakan) adalah tiga dosa yang tidak bisa diterima sama sekali dalam pendidikan. Nadiem mengakui sudah banyak aturan yang dikeluarkan merespons kejadian-kejadian itu. Namun ia merasa peraturan yang ada tidak dijalankan secara efektif sehingga belum menuai hasil maksimal. Ia juga menyatakan tidak bisa menghapus tiga dosa itu sendirian karena wewenang Mendikbud terbatas. Dia berharap ada kekompakan antarlembaga negara dalam mengatasi tiga masalah tersebut. Nadiem berjanji bakal mencari cara untuk menyetop agar ketiga dosa tadi tidak terulang lagi. Namun ia meminta waktu untuk bisa melakukannya. Nadiem juga menyampaikan bahwa pendidikan bukan hanya melulu fukos penguatan karakter, dan melatih namun juga harus bisa memberikan tindakan yang tegas pada setiap jenjang terhadap ketiga dosa tersebut.(cnnindonesia.com.Jum’at21/02/2020) ---- Konsep Pendidikan Ideal Islami Sebelum membahas tentang pendidikan Islam, terlebih dahulu membahas apa itu pendidikan? Menurut MJ Langeveld; “Pendidikan merupakan upaya manusia dewasa yang belum memiliki kedewasaan.” Ahmad D.Marimba, merumuskan pendidikan adalah bimbingan atau pimpinan yang diberikan oleh sipendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani siterdidik menuju perkembangannya keperibadian yang utama. [2]Demikianlah dua pengertian pendidikan dari sekian banyak pengertian yang diketahui. Dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 2 Tahun 1989, “pendidikan dirumuskan sebagai usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, mengumpulkan dan melatih bagi perannya di masa yang akan datang”. Sementara, “pendidikan dalam pengertian yang luas terkait dengan pekerjaan atau semua usaha generasi untuk pindah (melimpahkan) pengetahuannya, pengalamannya, kecakapan serta keterampilannya kepada generasi muda, sebagai upaya untuk memfasilitasi mereka agar dapat diakses melalui dialog, baik jasmaniah maupun rohaniah. [3] Pendidikan Islam ideal membentuk manusia yang bertaqwa kepada Allah SWT, mampu menggunakan logikanya, memfasilitasi sosial dengan baik dan bertanggung jawab. Dengan kata lain, pendidikan Islam ideal adalah membina potensi spiritual, emosional dan intelegensia secara optimal. Ketiganya terintegrasi dalam satu lingkaran. Aktifitas pendidikan Islam pada dasarnya merupakan upaya mewujudkan Islam, yaitu suatu upaya merealisasikan semangat hidup yang dijiwai oleh nilai Islami. Selanjutnya roh tersebut digunakan sebagai pedoman hidup. Spirit Islam ini berakar dalam teks-teks suci Al-Qur'an yang disampaikan Allah kepada Muhammad SAW. Sebagai Kitab Suci agama Islam, Al-Qur'an mengintroduksikan dirinya sebagai 'pemberi petunjuk bagi jalan yang lurus' (QS. 17: 19), petunjuk-petunjuknya memberikan dukungan dan kebahagiaan bagi manusia baik pribadi maupun pribadi, dan karenanya ditemukan petunjuk-petunjuk bagi manusia dalam bentuk kedua tersebut. Rosul sebagai penerima Al-Qur'an menyarankan untuk meminta petunjuk-petunjuk tersebut, menyucikan dan memintanya kepada manusia (QS 67: 3). Tujuan yang ingin dicapai dengan pembacaan, penyucian, dan pembaharuan ini adalah pengabdian kepada Allah SWT yang sesuai dengan tujuan yang diajukan manusia yang ditegaskan oleh Al-Qur'an dalam Surat Al-Dzariat 56 وما خلقت الجن والانس الا ليعبدون 'Tidak Aku ciptakan jin dan manusia kecuali tujuan akhir atau hasil Semua kegiatannya sebagai pengabdian kepada-Ku '. Aktifitas yang diperbarui di sini adalah isi dari ayat 30 Surat Al-Baqarah . وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۖ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ Arti: Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa-apa yang tidak kamu ketahui. Dan disebutkan dalam ayat yang lain. 'Aku ingin membuat khalifah di muka bumi' dan Surat Hud 61 ' dan Dia (Allah) menciptakan kamu (manusia) dari bumi (tanah) dan menugaskan kamu memakmurkan'. Maksud dari ayat ini, manusia yang dipercaya oleh Allah sebagai khalifah yang mendorong memakmurkan atau membangun bumi ini sesuai dengan konsep yang ditentukan oleh yang ditetapkan oleh Allah. Dasar-dasar ini dapat diumumkan sebagai tujuan pendidikan dalam Al-Qur'an adalah membina manusia dan kelompok sehingga berfungsi sebagai hamba Allah dan khalifah-Nya guna membangun dunia ini sesuai dengan konsep yang dibuat oleh Allah. Dari uraian ini juga dapat dirumuskan konsep pendidikan Islam sebagai berikut: Pendidikan dalam konsepsi ajaran Islam merupakan manifestasi dari tugas kekhalifahan ummat manusia di muka bumi. Manifestasi ini akan membahas Fungsionalitas Seluruh Fenomena yang muncul dapat diberikan di batas-batas nilai moralitasnya, tugas kekhalifahan tidak dapat di luar lingkar luar nilai-nilai itu. Dan konsekuensinya, mengisyaratkan kepada manusia agar dalam proses pendidikannya harus sesuai dengan ajaran-ajaran pokok dari sang Pendidik yang paling utama dan pertama, yaitu Allah sebagai rabb al-'alamiin dan sekaligus sebagai rab an-naas . Pendidikan Islam memahami alam dan manusia sebagai ciptaan Allah, sebagai satu kesatuan, di mana manusia yang berhak terikat untuk mendayagunakan alam, tidak bisa dilepaskan dari sifat ar-rahman dan ar-rahim Allah yang mencakup sifat rubbubiyyahan- Nya. Oleh karena itu pendidikan sebagai bagian utama dari kegiatan pembinaan hidup manusia harus mengembangkan rasa mendukung dan rasa syukur yang disusun untuk Khaliq- nya. Tidak bertanggung jawab atas manusia selain Allah. Inilah sebenarnya makna tauhid yang mendasari segala aspek pendidikan Islam. Atas dasar ketauhidan ini, pendidikan Islam harus mendasarkan orientasi pada penyucian jiwa, sehingga setiap manusia mampu meningkatkan keyakinannya dari evolusi iman ke arah ikhsan yang mendasari seluruh kerja kemanusiaannya (amal sholeh). Dari orientasi pendidikan Islam ini, maka pendidikan Islam tidak ada yang membantah mengefektifkan aplikasi-aplikasi nilai-nilai agama yang dapat melibatkan transformasi nilai dan pengetahuan lengkap untuk manusia, masyarakat, dan dunia pada umunya. [4] Al-Syaibany menyatakan bahwa pendidikan Islam harus mengandung tidak-tidak dan syarat-syarat sebagai berikut: Sesuai dengan prinsip, kepercayaan dan isi sesuai dengan ruh (roh) Islam; Berkaitan dengan realitas masyarakat dan sistem sosial, ekonomi, dan politiknya; Bersifat terbuka terhadap segala pengalaman yang baik (hikmah); Pembinaannya tentang pengkajian yang terkait dengan aspek-aspek yang melingkungi; Bersifat universal dengan standar keilmuan; Pilih, pilih yang penting dan sesuai dengan agama Islam; Bebas dari pertentangan dan persanggahan antara prinsip-prinsip dan kepercayaan yang menjadi landasan; dan Proses percobaan yang sungguh-sungguh menentang pendidikan yang sehat, mendalam dan jelas. Selain itu, menurut Malik Fajar, pendidikan Islam harus memenuhi 4 Kejelasan cita-cita dengan langkah-langkah operasional di dalam mewujudkan cita-cita pendidikan Islam. Memberdayakan kelembagaan dengan menata kembali sistemnya. Memperbaiki dan Memperbaiki Manajemen. Meningkatkan mutu sumber daya manusia (SDM).

No comments:

Post a Comment

Komentar anda sangat membantu kami untuk meningkatkan keterlihatan serta menjadi lebih baik.
Terimaksih sudah berkomentar..